Tautan-tautan Akses

Siprus: Bantuan Maritim Gaza Berjalan 'Sesuai Rencana'; AS Rinci Permasalahan di Darat


Sejumlah warga Palestina tampak berbaris menanti truk bantuan untuk lewat ke wilayah mereka di bagian tengah Jalur Gaza, pada 19 Mei 2024. (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)
Sejumlah warga Palestina tampak berbaris menanti truk bantuan untuk lewat ke wilayah mereka di bagian tengah Jalur Gaza, pada 19 Mei 2024. (Foto: AP/Abdel Kareem Hana)

Empat kapal dari Amerika Serikat dan Prancis sedang mengangkut bantuan dari pelabuhan Larnaca di Siprus menuju Jalur Gaza, di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut, kata kantor kepresidenan Siprus pada hari Selasa (21/5).

Namun juru bicara Departemen Pertahanan AS mengatakan, tidak satupun dari 569 ton bantuan kemanusiaan yang tiba di dermaga buatan AS di wilayah yang terkepung itu telah dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Victor Papadopoulos dari kantor pers kepresidenan Siprus mengatakan kepada stasiun radio pemerintah negara tersebut, sebanyak 1.000 ton bantuan dikirim dari Siprus ke wilayah Palestina yang terkepung, antara hari Jumat (17/5) hingga Minggu (19/5).

Papadopoulos mengatakan, kapal-kapal itu melakukan perjalanan antara Gaza dan pulau di Mediterania timur itu, yang berjarak sekitar 360 kilometer.

Bantuan dalam jumlah besar itu yang berasal dari Inggris, Rumania, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan negara-negara lain telah terkumpul di pelabuhan Larnaca.

Bantuan yang dikirim dari Siprus memasuki Gaza melalui dermaga terapung sementara yang dibangun AS, tempat pengiriman bantuan itu diturunkan untuk kemudian dibagikan.

Juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Pat Ryder mengatakan kepada wartawan, ia tidak yakin bantuan tersebut telah dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Meskipun sebagian bantuan yang datang dari dermaga telah sampai ke gudang, truk-truk juga dilaporkan dicegat oleh kerumunan warga Palestina yang putus asa, setelah bantuan meninggalkan daerah dimuatnya bantuan itu.

"Saya tidak yakin," ungkap Ryder saat merespons pertanyaan terkait apakah bantuan tersebut telah didistribusikan.

"Kami sangat mengapresiasi dan sadar bahwa jalur darat adalah jalur terbaik untuk mendapatkan bantuan," ujarnya. "Penting juga untuk mengingat bahwa ini ada zona pertempuran dan [pendistribusian bantuan] adalah operasi yang kompleks."

Pengiriman bantuan melalui truk telah melambat dan berkurang drastis sejak pasukan Israel mengambil alih wilayah penyebrangan antara Rafah dan Mesir pada awal bulan ini. [ps/lt/rs]

Forum

XS
SM
MD
LG